[PUISI] Secarik Sajak untuk Memar di Mimpiku

Ambisiku adalah kamu

[PUISI] Secarik Sajak untuk Memar di MimpikuPexels

Kagum itu memar yang dinanak tak matang.
Menghamburkan luka bercampur cemas.
Ini waktu menantang waktu terlentang.
Tidur saja, lanjut saja mimpimu yang menggemas.

Ini bukan sekedar cerita tanpa narasi.
Bahkan metafora yang berfoya-foya.
Melampiaskan keluh intuisi dari mata yang tersisi.
Corak asa berteriak kasih yang tak dikasihi cahaya.

Ketika bertahan untuk menahan keluwesan tali klasik.
Bangunkanlah, ia tak tidur nyenyak kali ini.
Dimana mimpinya mengerang geram, tak asik.
Biarkan, ia ingin menapaki rindunya yang ironi.

Ia bukan serabutan, ia hanya ingin merajut kelelahannya.
Membiaskan kerenungan melawan kejenuhan.
Sebelum siang datang berpacu mencuri pesannya.
Ia hanya ingin mencitrakan dua hati yang ingin menjadi kembaran.

 

Firman Ardiansyah

Remaja Paruh Baya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Read More
Register IDN Times Community
ARTIKEL REKOMENDASI
[PUISI] Hantu Tanpa Nama
3 November 2017 [PUISI] Hantu Tanpa Nama
[PUISI] Sang Waktu
25 Oktober 2017 [PUISI] Sang Waktu
[PUISI] Desah Garizah
14 Oktober 2017 [PUISI] Desah Garizah
[PUISI] Jika Detik Ini
13 Oktober 2017 [PUISI] Jika Detik Ini